Jumat, 18 Januari 2013

Air dan api

Sekarang ituu
entah bisa disebut dengan apa. Kata.kata yang tepat buat menggambarkan situasi yang sekarang lg terjadi. saya tidak suka denga situasi ini tapi tidak tau harus bagaimana lagi.
Yaaa,cerita ini tentang saya dan dia (nyokap). Menurut saya, kami itu sudah terlalu jauh dan sulit menyatu. seperti judul post ini "Air dan api".kedua elemen alam yang sulit disatukan,kecuali di dragon city. *lol
Hubungan yang terjadi diantara saya dan dia itu ya hubungan antara anak dan ibu yang tidak akur. Kepala kami sulit disatukan. Banyak pemahaman saya dan dia yang tidak sejalan. Entah dalam hal apapun itu. Bahkan untuk beberapa situasi dalam hal "baju", plisss saya benci kalau harus bertengkar hanya karna masalah baju yang sepele. Saya suka mengenakan baju seperti yang ssering kenakan, saya benci kalau harus dipermasalahkan dengan alasan "kamu itu aneh,dikasih tau yang bagus gamau dipake.kaya mama dong tau matchingin baju". Mungkin itu hanya bagian kecil dari ke-tertolakbelakangan saya dan dia. Ada hal lain yang sering menjadi bahan "keributan" diantara saya dan dia dan itu membuat sangat tidak nyaman berada dirumahh. Tapi toh mau bagaimana lagi saya masi nadahin tangan ke dia.
Mencoba mencari alasan kenapa itu bisa terjadi.sayapun terkadang masih ragu entah alasan apa yang sesungguhnya. Tapi semakin sering saya bertanya pada diri sendiri semakin sulit menemukan jawaban itu.
Seringkali meskipun saya ataupun dia mencoba akur,hanya berujung pada "berantem-ribut". Ya,saya dan dia kalo ada berdekatan mungkin "berantemable".
Yang saya rasakan seringkali rasa benci,kesel,marah,kecewa,sedih atau rasa apalagi itu. dan mungkin rasa itu yang membuat saya susah membuka diri untuk dia,walaupun seharusnya hubungan kami harus harmonis,ya seharusnya tapi tidak kenyataannya.
Saya benci kenapa saya harus merasa seperti ini,saya kesal kenapa saya tidak bisa akur seperti anak.anak lain dengan ibunya,saya kecewa kenapa "mereka" menghancurkan hidup saya, saya sedih karna tau kalo akhirnya saya tidak  bisa membuka diri saya terhadap ibu saya sendiri.....
 Bagaimanapun,itu terjadi begitu saja. Rasa itu lahir sejak dia mulai meninggalkan saya di waktu dulu. Dia sendiri yang membuat saya terbiasa untuk tanpa dia. Meskipun terkadang saya sangat merndukan dia,meskipun terkadang saya rindu pelukannya-pelukan seorang ibu. Rasa itu tumbuh dan berkembang sampai sekarang.
 Anda sendiri yang membuat saya harus terbiasa tanpa anda, yang membuat saya harus menahan apa yang saya rasakan,yang membuat saya jauh dari anda,yang membuat saya lupa bahwa sebenrnya sosok ibu bisa saja jadi sahabat untuk anak perempuan. Kemana anda saat saya sangat membutuhkan anda untuk mendengarkan setiap kisah saya disekolah? Kemana anda saat orang tua lain mengambilkan rapot buat anaknya? kemana anda saat saya bahagia mendapat peringkat 1 ujian sekolah? kemana anda saat saya harus di dropout dari sekolah yang saya suka? kemana anda saat saya merasa terpojokan dalam lingkungan orang.orang yang menekan saya? kemana anda saat saya tidak dapat menemukan tempat untuk mengadu? kemanakah kalian berdua saat saya harus melihat anak.anak lain menghabiskan waktunya bersama kedua orang tua mereka? :-)
Bisakah anda tidak membanding.bandingkan saya dengan mereka yang lain,yang punya kelebihan banyak daripada saya? bisakah anda tidak menuduh saya melakukan kesalahan yang tidak saya lakukan?. dan masih banyak bisakah lainnya.....
saya benci harus berbicara kasar dan bertindak seperti yang saya lakukan saat sekarang ini,tapi saya tidak tau lagi bagaimana cara menahan semuanya. saya tidak tau bagaimana cara mengungkapan perasaan saya yang sebenarnya.Saya sayang anda tapi rasa yang lain sudah lebih terlatih sejak lama untuk menutup diri saya terhadap anda. Jadi maav kalo saya bersikap seperti ini.
Seandainya anda baca ini,dan seandainya anda tau rasanya bersikap seperti ini...
sincerly,

your bad girl.... </3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar