Sekarang ituu
entah bisa disebut dengan apa. Kata.kata yang
tepat buat menggambarkan situasi yang sekarang lg terjadi. saya tidak
suka denga situasi ini tapi tidak tau harus bagaimana lagi.
Yaaa,cerita
ini tentang saya dan dia (nyokap). Menurut saya, kami itu sudah terlalu
jauh dan sulit menyatu. seperti judul post ini "Air dan api".kedua
elemen alam yang sulit disatukan,kecuali di dragon city. *lol
Hubungan
yang terjadi diantara saya dan dia itu ya hubungan antara anak dan ibu
yang tidak akur. Kepala kami sulit disatukan. Banyak pemahaman saya dan
dia yang tidak sejalan. Entah dalam hal apapun itu. Bahkan untuk
beberapa situasi dalam hal "baju", plisss saya benci kalau harus
bertengkar hanya karna masalah baju yang sepele. Saya suka mengenakan
baju seperti yang ssering kenakan, saya benci kalau harus
dipermasalahkan dengan alasan "kamu itu aneh,dikasih tau yang bagus
gamau dipake.kaya mama dong tau matchingin baju". Mungkin itu hanya
bagian kecil dari ke-tertolakbelakangan saya dan dia. Ada hal lain yang
sering menjadi bahan "keributan" diantara saya dan dia dan itu membuat
sangat tidak nyaman berada dirumahh. Tapi toh mau bagaimana lagi saya
masi nadahin tangan ke dia.
Mencoba mencari alasan kenapa itu bisa
terjadi.sayapun terkadang masih ragu entah alasan apa yang
sesungguhnya. Tapi semakin sering saya bertanya pada diri sendiri
semakin sulit menemukan jawaban itu.
Seringkali meskipun saya
ataupun dia mencoba akur,hanya berujung pada "berantem-ribut". Ya,saya
dan dia kalo ada berdekatan mungkin "berantemable".
Yang
saya rasakan seringkali rasa benci,kesel,marah,kecewa,sedih atau rasa
apalagi itu. dan mungkin rasa itu yang membuat saya susah membuka diri
untuk dia,walaupun seharusnya hubungan kami harus harmonis,ya seharusnya
tapi tidak kenyataannya.
Saya benci kenapa saya harus merasa
seperti ini,saya kesal kenapa saya tidak bisa akur seperti anak.anak
lain dengan ibunya,saya kecewa kenapa "mereka" menghancurkan hidup saya,
saya sedih karna tau kalo akhirnya saya tidak bisa membuka diri saya
terhadap ibu saya sendiri.....
Bagaimanapun,itu terjadi begitu
saja. Rasa itu lahir sejak dia mulai meninggalkan saya di waktu dulu.
Dia sendiri yang membuat saya terbiasa untuk tanpa dia. Meskipun
terkadang saya sangat merndukan dia,meskipun terkadang saya rindu
pelukannya-pelukan seorang ibu. Rasa itu tumbuh dan berkembang sampai
sekarang.
Anda sendiri yang membuat saya harus terbiasa tanpa
anda, yang membuat saya harus menahan apa yang saya rasakan,yang membuat
saya jauh dari anda,yang membuat saya lupa bahwa sebenrnya sosok ibu
bisa saja jadi sahabat untuk anak perempuan. Kemana anda saat saya
sangat membutuhkan anda untuk mendengarkan setiap kisah saya disekolah?
Kemana anda saat orang tua lain mengambilkan rapot buat anaknya? kemana
anda saat saya bahagia mendapat peringkat 1 ujian sekolah? kemana anda
saat saya harus di dropout dari sekolah yang saya suka? kemana anda saat
saya merasa terpojokan dalam lingkungan orang.orang yang menekan saya?
kemana anda saat saya tidak dapat menemukan tempat untuk mengadu?
kemanakah kalian berdua saat saya harus melihat anak.anak lain
menghabiskan waktunya bersama kedua orang tua mereka? :-)
Bisakah anda tidak membanding.bandingkan saya dengan mereka yang lain,yang punya kelebihan banyak daripada saya? bisakah anda tidak menuduh saya melakukan kesalahan yang tidak saya lakukan?. dan masih banyak bisakah lainnya.....
saya benci harus berbicara kasar dan bertindak seperti yang saya lakukan saat sekarang ini,tapi saya tidak tau lagi bagaimana cara menahan semuanya. saya tidak tau bagaimana cara mengungkapan perasaan saya yang sebenarnya.Saya sayang anda tapi rasa yang lain sudah lebih terlatih sejak lama untuk menutup diri saya terhadap anda. Jadi maav kalo saya bersikap seperti ini.
Seandainya anda baca ini,dan seandainya anda tau rasanya bersikap seperti ini...
sincerly,
your bad girl.... </3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar