.
.
.
Aku tau hubungan kita tidak cukuplah baik untuk ukuran ibu dan anak. Atau cukup bersahabat untuk jadi teman.
Semua waktu yang telah berlalu menyisahkan jarak dihatiku untuk kehadiranmu.
.
Semua amarah yang sering kau lampiaskan kepadaku membuat hatiku perlahan menjelma menjadi arogant.
.
Situasi sulit yang sering kau hadapkan di hidupku membuatku sulit menyukaimu
.
Semua waktu yang pernah terbuang dimasa kecilku tanpa kehangatan pelukan seorang ibu membuatku menjadi seorang yang tertutup
.
Semua rasa rinduku yang dulu sering kau abaikan membuatku sulit merindukanmu sekarang
.
Untuk mengetahui laki.laki itu prioritasmu dibanding aku, lagi.lagi kau mengabaikan perasaanku
.
Membiarkanku melihat dia menampar wajahmu, menumpahkan amarah yang membuatmu menangis. Maav itu membuatku membenci dia.
.
Untuk semua itu yang telah berlalu meski menyisahkan luka yang aku tidak tau bagaimana menyembuhkannya.
.
.
.
Dari semua waktu buruk yang kita lalui.
Kau tetap ibuku.
Dan bukankah aku tetap anak mu?
.
.
Seberapa membencikannya dirimu, aku berterima kasih untuk banyak pengalaman yang mengajariku banyak hal
..
Seberapa banyak pukulan yang aku dapat - seberapa mengerikannya melalui sepanjang hari tanpa kehadiran orang tua - seberapa sepinya hari tanpa kakak ataupun adik - seberapa menyedihkan saat aku menangis dan tak satupun orang menghapus air mata itu - seberapa mengerikan dianggap asing oleh keluargaku sendiri - seberapa hancur hatiku mengetahui buruknya hal yang menyebabkan aku terlahir dari rahim mu.
.
Taukah betapa hancur hatiku saat harus melalui semuanya tanpa seorang pun yang mengerti rasa sakit itu?
.
Tapi ibu
Apa kamu tau alasan aku tetap ada sampai sekarang?
Kenapa tidak aku mengakhiri penderitaan ku itu ?
.
Aku ingin jadi sosok kuat sepertimu.
Aku ingin jadi wanita mandiri sepertimu.
Aku ingin menjadi seorang yang tegar sepertimu.
Aku ingin jadi seorang yang kau banggakan kelak.
Aku ingin kau tidak menyesal telah melahirkan seorang anak perempuan sepertiku.
.
Andai kau tau.
Sehancur.hancurnya hatiku karna mu, aku tetap ingin membuatmu tersenyum bangga.
Aku tau banyak hal sulit yang kau lalui sendiri dan aku seolah membiarkanmu melaluinya tanpa siapapun. Tapi andai kau tau betapa inginnya aku menghancurkan hidup orang.orang yang bertingkah seenaknya terhadap dirimu.
Apa kau tau alasanku menyuruhmu mencari pendamping ? Aku takut tidak cukup membuatmu bahagia. Aku yang selalu mengecewakanmu, membuatmu marah dan sedih.
Aku ingin ada seseorang yang menemanimu bu, seseorang yang mampu menyembuhkan luka hatimu. Aku ingin melihat bahu yang cukup kuat untuk menopang mu saat kau terlalu rapuh, bu. Aku ingin seorang dengan hati yang tulus menerima kau apa adanya. Aku ingin seseorang menghapus air mata kesedihanmu. Aku ingin melihat kau bahagia dengan seorang laki.laki yang mencintaimu dengan tulus, bu.
Aku ingin melihat hari tuamu dengan senyum bukan dengan kecemasan diwajahmu.
.
.
.
Terimakasi ibu
Mengajariku untuk mandiri.
Mengajariku menghapus air mata sendiri.
Mengajariku menjadi kuat dan tegar.
.
Masih banyak terima kasih untuk setiap keikhlasanmu melahirkan dan membesarkan aku.
.
Tunggu sampai aku bisa membuatmu bahagia yah,momster terhebat <3

