Minggu, 22 Juli 2012

LILIN

Cerita tentang lilin :
Ada empat buah lilin yang menyala, sedikit demi sedikit habis meleleh, suasana begitu sunyi sehingga terdengar percakapan mereka.
yang pertama berkata:
“AKU ADALAH DAMAI, namun manusia tidak bisa menjagaku, maka lebih baik aku mematikan diriku sendiri saja!!”
Demikianlah hingga sedikit demi sedikit sang lilin padam,…
yang kedua berkata:
“AKU ADALAH IMAN, sayang, aku tidak berguna lagi. Manusia tidak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesei bicara tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran lilin ketiga berkata:
“AKU ADALAH CINTA.
Tak mampu lagi aku tuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna. Mereka saling membenci, bahkan membenci orang yang mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama sang lilin kemudian padam.
tanpa terduga,..
Seorang anak masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan ia kemudian berkata :
“Ekh,,apa yang terjadi?! Kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan.”
Lalu ia menangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu lilin keempat berkata:
“Jangan takut, jangan menangis, selama aku ada dan menyala, kita dapat menyalakan ketiga liiln lainnya. AKULAH HARAPAN.”
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil lilin harapan, lalu mulai menyalakan ketiga lilin lainnya.
APA YANG TIDAK AKAN PERNAH MATI HANYALAH HARAPAN YANG ADA DALAM HATI KITA….
DAN MASING-MASING KITA SEMOGA DAPAT MENJADI ALAT, SEPERTI SANG ANAK TERSEBUT, YANG DALAM SITUASI APAPUN DAPAT MENGHIDUPKAN KEMBALI IMAN, DAMAI, DAN CINTA,…DENGAN HARAPANnya….

sehabis baca cerita tentang lilin itu,apa yang ada dibenak kalian tentang benda kecil yang bercahaya itu? 
masih ingin kah kamu menjadi lilin?.lilin yang memberikan cahaya.lilin yang menghangatkan.lilin yang berarti namun membakar dirinya sendiri. Lilin sepertinya mengajarkan kita untuk memposisikan diri kita supaya bermanfaat bagi orang lain tapi dengan cara merusak diri sendiri.Yah,menjadi lilin bukanlah pilihan yang menyenangkan. Tapi paling tidak, menjadi lilin adalah pilihan yang gagah,menerangi dan mencoba memberikan seberkas cahaya, meskipun cahaya itu akan menghancurkan dirinya sendiri. Tapi bukankah untuk itu lilin itu ada dan dengan begitu lilin itu berarti. Awal tujuan dari dibuatnya lilin itu adalah untuk menerangi kegelapan.walau ketika dy menjalankan fungsinya harus merelakan bagian tubuhnya yang perlahan terkikis dan hancur tapi dy toh sedang menjalankan fungsinya,memberikan penerangan.walaupun dy akhirnya hancur tapi dy telah berguna,dia berfungsi dalam hidupnya,hidupnya ga sia.sia ,selama hidupnya dy tetap bermakna dan selalu bermakna.Dan mungkin itu kebahagiaan terbesar bagi lilin yang telah menerangi kehidupan walaupun membuat dirinya hancur.
Bisakah kita hidup dengan menjadi seperti lilin? rela menghancurkan demi secercah cahayanya yang menerangi kita dalam kegelapan?. Tanyakan pada hati kecil kita,apa kita mampu menjadi seperti itu .. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar